Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

let go

Selasa, 21 Mei 2013
Posted by Lukman Khakim
Tag :
Setiap cerita punya ruang sendiri di dalam hati

Buku ini adalah novel yang simpel, menceritakan kehidupan anak SMA seperti cerita tentang anak SMA kebanyakan. Pada awal-awal bab, mungkin terlihat sedikit sinetron banget, dengan segala bentuk kekebetulan yang itu pantas disebut sebagai script yang mau dipakai untuk syooting sinetron, hehehe.  Ditulis dengan bahasa yang cukup simpel dan sederhana, tidak butuh daya imajinasi tinggi sehingga saat membacanya tidak akan menimbulkan kesulitan pengertian. Alur ceritanya pun sederhana, tetapi dengan kesederhanaannya ini, malah justeru lebih menggambarkan keadaan anak SMA yang sesungguhnya. Gampangnya, ini novel natural banget dan sah-sah saja terjadi di kehidupan kita, Penulis banyak menceritakan dengan memperlihatkan dialog antar tokoh langsung, dari sudut pandang seorang cowok anak SMA kelas X. Tidak banyak monolog-monolog atau uraian-uraian yang mendayu-dayu dalam novel ini, sehingga saat membacanya kita bisa dengan mudah membayangkan keadaannya sesuka hati kita, dipermudah dengan banyak dialognya jadi lebih mudah untuk dibaca, Buku ini tidak tebal, hanya sekitar 250 halaman dengan ukuran buku sedang tidak sebesar buku tulis.

Saat membacanya kamu akan terbawa ke dalam nostalgia saat kamu masih duduk di bangku sekolah, terutama kelas X SMA, jika kamu sudah melewati bangku kelas X SMA. Saya yakin, saat seseorang membaca buku ini akan menyetting sendiri ruangan kelas dengan ruangan saat masih SMA dulu, tterutama dengan ruang kelas X, dan tidak menutup kemungkinan juga tokoh-tokoh yang ada di buku ini akan diperankan oleh teman-teman SMA mu sewaktu SMA. Cerita di buku ini tidak mirip dengan ceritaku, tidak juga mirip sifat-sifat tokoh dalam cerita ini dengan teman-temanku sewaktu SMA, tapi jujur, saat membacanya saya secara spontan akan membayangkan kalau ini terjadi di SMA ku dulu, yaa tentunya dengan tokoh-tokoh diperankan oleh teman-temanku juga, walaupun tidak semuanya. Satu keajaiban lagi adalah, cerita di buku ini membawa saya mengingat kembali masa-masa dulu saya baru masuk SMA dulu, dengan ruang kelas yang saya tempati, teman-teman baru pada waktu itu, sudut-sudut sekolah yang pada saat itu masing asing bagiku, bahkan setting tempat di kepalaku ini saat membaca cerita ini adalah sekolah saya dulu sebelum dilakukan beberapa perubahan letak bangunan sampai saat ini, mungkin karena dari awal cerita sudah diketahui kalau "aku" dalam cerita ini adala anak kelas X SMA.

Novel ini menceritakan tentang persahabatan 4 anak kelas X di salah satu SMA yang semuanya itu tinggal dalam satu kelas. Keempat tokoh imajiner ini mempunyai sifat yang berbeda-beda, dan tergabung ke dalam satu tim majalah dinding di sekolah mereka. Baru akhir-akhir saya ketahu bahwa keempat anak ini punya latar belakang masing-masing sehingga digabungkan dalam satu kelompok kerja ini. Tetapi "aku/Caraka" dalam cerita ini dan ketiga temannya tidak tahu kenapa mereka ditunjuk menjadi tim mading ini.

Caraka adalah seorang cowok, suka menolong dan baik kepada semuanya, karena kebaikannya ada yang tidak suka dengan dia, sehingga dia dimusuhi dan terlibat dalam sebuah perkelahian dengan sekelompok siswa di sekolah itu. Dia tinggal bersama ibunya, dan bapaknya sudah dua tahun meninggalkan mereka karena kanker paru-paru. Caraka sangat menyayangi ayahnya, karena itu, setelah kematian ayahnya dia sangat membenci ayahnya dan tidak akan memaafkannya, walaupun pada akhir cerita dijelaskan bawha sebenarnya dia hanya menutupi kesedihannya dengan membenci ayahnya.

Nathan, adalah cowok kedua di 4 sahabat ini. Dia adala anak paling pinter di kelas mereka. Bersikap dingin, tak butuh bantuan siapapun, perfecrsionis, berwajah ganteng, kurus, dan kata-katanya terkenal tajam dan langsung pada pointnya ketika mengata-ngatai seseorang, bahkan sudah beberapa kali dia menolak cewek yang menyukainya dengan kata-kata yang tajam dan raja tega. Tidak banyak teman bergaul dengannya karena sifat sombong dan dinginnya itu.

Sarah adalah cewek yang terkesan lemah di kelompok itu. Dia cantik dan pinter. Tidak banyak keistimewaan digambarkan tentangnya di cerita ini, kecuali kalau dia adalah cewek yang pinter menulis, jago membuat karangan sastra sehingga dia dijadikan menjadi ketua tim mading oleh bu Ratna, wali kelas mereka. Sarah lemah, dia pinter, tetapi karena sifatnya itu dia banyak dimanfaatkan oleh siapa yang bergaul dengannya. Dia tidak pernah berani berkata nggak ketika teman-temannya meminta bantuannya, walaupun sebenarnya dalam hatinya berkata berlawanan.

Dan anggota terakhir dalam tim ini adalah Nadya, cewek tomboy ketua kelas mereka, tegas, aktif dalam semua organisasi, pinter, dan suka mengerjakan semuanya sendiri, merasa bahwa dirinya itu kuat dan mampu melakukan semuanya dengan sempurna. Karena sifatnya ini, tidak banyak lelaki yang dekat dengannya, hingga kemudian Carakalah yang dekat dan menjalin suatu cerita cinta dengannya.

Caraka dimasukkan ke dalam tim karena itu adalah sebagai hukuman karena perkelahinanya dengan siswa lain. Berbeda dengan Raka, Nathan dimasukkan ke dalam tim karena dia adalah anak paling pinter dan banyak inovasi. Nadya adalah cewek yang tegas dan aktif di semua kegiatan sekolah, jadi pantas-pantas saja dia masuk dalam tim. Sarah sudah kelihatan bakat nulisnya, dan dia ketua di tim ini.

Mereka bekerja sama dalam satu tim, dengan sifat yang berbeda-beda, awalnya suasana tercipta kurang harmonis dan dingin sedingin antartika. Namun seiring waktu berjalan keempat sahabat ini semakin akrab, bahkan untuk Nathan dan Caraka yang pada mulanya sedikit bermusuhan. Seiring berjalannya waktu juga ada perasaan-perasaan cinta tumbuh di antara mereka layaknya anak SMA kebanyakan. Caraka diam-diam menyukai Nadya yang banyak kesamaan dengannya dalam hal hobinya menonton film. Sementara itu diam-diam Sarah juga menyukai Caraka, dan ini akan menjadi awal yang buruk bagi Sarah. Sikap Caraka yang baik kepada Sarah menimbulkan harapan bagi Sarah dan akhirnya pun Sarah yang terluka hatinya ketika mengetahui yang Caraka suka adalah Nadya. Sementara itu sepertinya Nathan juga menyukai Nadya walaupun tidak dijalaskan secara eksplisit.

Tetapi, masalah utama dalam cerita ini adalah bukan itu, bukan masalah percintaan remaja seperti di sinetron-sinetron. Permasalahan utamanya adalah ketika Caraka yang saat itu sudah menjadi sahabat akrab dari Nathan mengetahui bahwa sebenarnya Nathan mempunyai penyakit kanker otak, yang cepat atau lambat pasti akan mengambil nyawanya. Itulah sebabnya mengapa Nathan bersikap dingin dengan semua orang, ternyata dia tidak ingin banyak yang mengetahu penyakitnya, dan dia sudah tidak memiliki semangat hidup lagi terlebih setelah kematian ibunda tercintanya. Dan disin peran wali kelas terlihat, diketahui bahwa sebenarnya alasan Caraka dilibatkan dalam tim ini adalah supaya Caraka menjadi teman Nathan dan Nathan diharapkan memiliki semangat untuk hidup kembali setelah menemukan teman sejatinya. Benar saja, karena setiap hari bersama dan dilibatka dalam kelompok tugas yang sama, keduanya berteman baik.

Singkat cerita penyakit Nathan makin parah. Saat itu, Nathan berkata kepada Caraka untuk tidak menemuinya lagi, persahabatan mereka putus katanya. Dengan sifat Caraka yang pantang menyerah dia berhasil membujuk Nathan untuk memiliki semangat hidup lagi dan bersedia menjalani operasi yang sebelumnya dia tidak pernah menyetujuinya. Raka berkata kalau sebenarnya teman-temannya itu peduli dengannya dan menyayanginya, apalagi tim mading yang sudah seperti keluarga. Nathan pun sadar dengan kata-kata Raka, di tengah-tengah ketidakberdayaannya, dia menangis dan berjanji akan melakukan operasi demi teman-temannya.

Operasi berhasil dilakukan, walaupun dia tidak bisa datang ke sekolah lagi. Teman-temannya bergantian mengunjunginya setiap hari. Persahabatan Nathan, Sarah, Nadya, dan Raka pun semakin kenthal saja walaupun Nathan sudah tidak berdaya.

Satu tahun kemudian, Nathan meninggal dunia. Dan lagi-lagi Raka mengalami kehilangan orang yang dia cintainya, setelah kematian ayahnya.

Galau

Jumat, 17 Mei 2013
Posted by Lukman Khakim
Tag :

Ada satu bab yang menurut saya menarik untuk dibaca pada buku Udah Putusin Aja karya Ustad Felix Siauw, yaitu bab 9 yang judulnya saja sudah menarik, "Udah putus, galau, nih! gimana bisa movo on?". yaa menarik karena ada kata galau pada judulnya. Kata galau memang sudah menjadi sangat populer terutama oleh kalangan remaja dan terkesan mengalami penyempitan arti. Galau pada dasarnya adalah salah satu sifat dasar yang dimiliki manusia yaitu keadaan dimana seseorang merasa resah, gelisah, gundah, bingung, laper#lho, dan hal ini memenuhi otak sebagai akibatnya kinerja fisik pun terganggu. Orang yang ngakunya sedang galau lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melamun, dan malas melakukan berbagai hal bahkan hanya sekedar untuk ke dapur mengambil makanan. Sedangkan menurut KBBI galau berarti kacau, tidak karuan, kegalauan : sifat (keadaan hal) galau. Artinya galau itu bisa terjadi pada siapa saja yang sedang memiliki masalah, dengan masalah yang beragam sesuai bidang masing-masing, hehehe. Nyatanya, galau pada saat ini memiliki arti yang tidak jauh-jauh dari cinta, patah hati, dan sakit hati, terutama pada kalangan remaja. Pada bukunya ustad ini, dibahas tentang fenomena ini beserta cara ampuh menghilangkan galau ini. Menarik kan? beli bukunya jangan foto kopi! 
isinya sebagian besar tentang galau karena cinta
temuan teratas dari kata kunci galau adalah galau tentang cinta

Karena sebenarnya galau itu bukan sesempit arti galau hanya pada sektor cinta, maka galau dapat pula terjadi pada siapa saja termasuk orang yang ahli ibadah sekalipun. Dengan kata lain, ada galau yang bermanfaat dan malah disarankan untuk dipertahankan. 

Dari mana datangnya galau tersebut? Terus kenapa pula hal tersebut datang ke salah satu di antara kerabat kita, sahabat dekat kita, atau pada diri kita sendiri? Galau itu terjadi karena ada naluri pada manusia yang tidak terpenuhi. Pada dasarnya, manusia memiliki 3 naluri alamiah yang ada sebagai fitrah mansia tersebut dibawa sejak lahir. Ketiga naluri tersebut butuh untuk dipenuhi, dituntaskan kemauannya untuk mendapatkan perasaan lega. Jika tidak, maka sudah kita tahu hasilnya, perasaan resah, tidak karuan, atau yang kita sebut sebagai galau. Ketiga naluri alamiah tersebut adalah :

1.     Naluri untuk mempertahankan eksistensi diri
2.     Naluri untuk melanjutkan keturunan
3.   Naluri untuk mengagungkan sesuatu

Naluri untuk mempertankan eksistensi diri
Naluri ini adalah naluri yang cenderung bersifat egosentris, yaitu mempertahankan eksistensi dirinya dari pada orang lain. Sebut saja pada saat kita merasa terancam ketika kita terancam, ketika merasa dilecehkan harga dirinya, ketika namanya diketawakan orang di sekitarnya, maka secara spontan kita akan cenderung mempertahankan diri kita. Juga bisa dilihat ketika kita senang mendapatkan sesuatu, sengan ketika disayang dan diperhatikan banyak orang, sengan ketika mendapat sebuah prestasi membanggakan, maka kita akan secara spontan membanggakan diri kita baik terlihat maupun tidak terlihat. Pernah foto bareng satu kelas? Ketika hasilnya sudah bisa dilihat, wajah siapa yang pertama kita cari dalam foto tersebut?
Naluri untuk melanjutkan keturunan
Naluri yang kedua ini berhubungan dengan perasaan kita, perasaan menyayangi orang lain, orang tua, lawan jenis, sesama jenis#lho, atau menyayangi manusia pada umumnya. Atau kita sebut saja naluri ini dengan cinta, terserah lah cinta pada seseorang atau banyak orang, hehe. Di sini pengorbanan kepada bukan diri kita sendiri banyak ditemui. Pernah lihat di sinetron-sinetron atau bahkan telah anda praktekkan sendiri, bilang kepada seseorang, "Aku rela berkorban apapun bahkan nyawapun aku rela, asalkan itu intukmu.#hoek". Pengorbanan orang tua untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya, pengorbanan seorang sahabat demi sahabatnya yang sedang membutuhkan pertolongan, bisa menjadi contoh dari penampakkan naluri ini.
Naluri untuk mengagungkan sesuatu
Naluri yang satu ini berhubungan dengan kebutuhan spiritual kita, kebutuhan menyembah sesuatu, kebutuhan untuk memiliki keyakinan sebagai dasar atau pedoman kita untuk beraktifitas sehari-hari. Sebut saja ini kebutuhan untuk beragama. Orang-orang terdahulu yang tidak atau belum dijamah oleh para penyebar agama secara naluriah melakukan ritual-ritual untuk kebutuhan spiritual mereka, dengan menyembah berhala, menyembah pohon, menyembah roh-roh penunggu sesuatu, mereka merasa nyaman dan terlindungi, seperti kita memeluk agama Alloh ini, merasa nyaman dan terlindungi. Orang-orang yang mengaku tidak mempercayai keberadaan Tuhan, atheisme, pada akhirnya mencari-cari aktifitas yang dapat menenangkan jiwa mereka, entah itu dengan smedi, menyepi di suatu tempat di puncak gunung yang tidak ditemukan satu orang pun hidup di sana, atau dengan mengagungka barang-barang tertentu. Hal itu menunjukkan bahwa pada fitrahnya manusia butuh sesuatu yang ghaib yang melindungi, menentramkan, mengayomi kehidupannya. Yang saya, anda, dan kita yakini bersama adalah manusia fitrahnya Islam.


Jika ada salah satu naluri tersebut tidak dipenuhi maka galau akan datang dengan pasti. Seorang ahli ibadah akan merasa galau dengan murka Allah, harap-harap cemas dengan surga yang dijanjikan Allah, pada kemudian didapati bahwa galau tersebut akan memberikan motivasi tersendiri untuk lebih giat beribadah kepada Allah. Itulah galau yang harus dipertahankan. Seseorang bisa saja galau ketika seseorang yang disukainya lebih memilih untuk bersama orang lain, itulah akibat dari naluri yang kedua, naluri untuk meneruskan keturunan, naluri untuk merasakan cinta. Seseorang bisa saja galau ketika merasa bahwa eksistensi dirinya dirasa tidak dihargai lagi di komunitasnya, merasa diabaikan dan diacuhkan saudara-saudarnaya. 



Galau yang sangat populer di facebook, twitter, dan kehidupan nyata para remaja adalah galau karena naluri yang kedua di atas. Dan faktanya adalah bahwa kebanyakan yang ngakunya galau adalah mereka yang melakukan pacaran atau sejenisnya. Sesorang akan merasa tertarik pada lawan jenis jika banyak interaksi dan kesamaan yang ada di antara keduanya. Sama akan hal hobi, sama kelasnya, sama selera musiknya, sama pandangan hidupnya, sering bertemu dalam satu acara yang sama, dll. Dan bila naluri mencinta tersebut tidak terpenuhi, katakanlah cinta bertepuk sebelah tangan, diputusin pacar, maka galau akan datang perlahan tapi pasti. Lalu, bagaimana kita bisa lepas dari galau jika sudah terlanjur dirasakan? Jawabannya cukup simpel, menikah. Kalau meerasa belum siap untuk melakukan pernikahan, maka ada yang salah dari apa yang dia lakukan, salah menyalurkan naluri fitrahnya untuk menyukai lawan jenis, salah waktu dan salah strategi, hehehe. 


Witing tresno jalaran soko kulino

" Kalau belum sanggup untuk menikah atau belum boleh menikah oleh suatu sistem yang mengatur kalian, ya jangan suka anak orang terlebih dulu, perbaiki diri laah, kalau udah siap menikahlah gak usah lama-lama"
Pak Mukhsin, dosen PAI



Terus, gimana mau bisa lepas dari belenggu galau ini? Atau paling tidak mengurangi rasa sakit ini? berikut tips lepas dari galau secara islami dari Ustad Felix Siauw

Mengingat Allah akan membuat galau karena cinta menjadi ketenangan

"Dia lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." (QS Al-Fath [48] : 4)

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram." (QS Al-Ra'd [13] : 28)

Mengingat bahwa yang memberikan perasaan suka kepada lawan jenis adalah Allah, sadar bahwa dengan kehendak Allah bisa saja kemampuan untuk merasakan hal tersebut hilang dalam sekejap. Menjalankan kehidupan dengan beramal shaleh sesuai syariat Islam, dengan begitu akan tidak banyak energi yang terbuang karena galau, bahkan galau seharusnya bisa hilang dengan menyadari bahwa hal yang dilakukan itu salah dan mengingat Allah.

Gabungkan diri dalam perjuangan Islam

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad [47] : 7)

Hal ini bisa dilakukan dengan serius mempelajari Islam, mengikuti komunitas-komunitas Islam yang ada di sekitarnya, sadar bahwa pengetahuan Islam itu penting bahkan untuk menunjang keberhasilan pemenuhan naluri yang kedua tadi, sadar bahwa ilmu tentang Islam yang benar aka digunakan sebagai bekal di kehidupan setelah pernikahan kelak dilaksanakan. berkumpul dengan orang-orang yang berjuang di jalan Allah akan memberi motivasi tersendiri untuk ikut melakukannya. Sukur-sukur nantinya bisa ikut berjuang mendakwahkan ajaran Islan ini. Dengan menyibukkan diri dengan hal positif ini, dan sadar bahwa yang dilakaukan ini penting, maka akan tidak sempat untuk memikirkan galau karena cinta ini.

Baca kisah-kisah Rasulullah SAW, Sahabat, dan panglima-panglima Islam

" Ketahuilah, bahwa membaca kisah-kisah dan sejarah tentang orang-orang yang memeliki keutamaan akan memberikan kesengangan dalam jiwa seseorang. Kisah-kisah tersebut akan melegakan hati, mengisi kehampaan, serta membentuk watak yang penuh semangat dilandasi kebaikan dan menghilangkan rasa malas."
Ibn Hudzail Al-Andalusi

Membaca kisah-kisah meraka memperjuangkan Islam pada masanya, merasakan semangat berperang para panglima-panglima terbaik khilafah Islam dalam memerangi kaum kafir, merasakan kemuliaan pribadi mereka dalam kehidupan sehari-hari, merasakan betapa susahnya berjuang di jalan Allah untuk mengumandangkan kebaikan, akan memaksa kita untuk ikut semangat terus belajar, belajar, dan belajar. Galau no more.

Find your poitive hobby

Untuk menyibukkan pikiran kita sehingga tidak tersisa 1 jam pun waktu di antara 24 jam sehari untuk memikirkan "dia", temukan hoby postifmu. Seseorang akan terbiasa jika membiasakan, seseorang akan melupakan sakit di hatinya ketika membiasaka untuk tidak lagi memikirkannya, beralih dengan memikirkan hal positif lain yang ternyata sudah lama ditinggalkan karena galau telah merenggut sebagian waktu untuk hanya duduk melamun, tiduran, tanpa pandangan pikiran yang jelas-hobby-. Hobi bisa dengan bermain musik, membaca buku, menulis, bersih-bersih kamar kos, berolahraga, dan hal-hal positif lain yang bisa anda temukan di sekitar kehidupan anda. 

"Kehidupanmu itu adalah cerita terbaik yang pernah kamu temui, kumpulan dari cerpen-cerpen satu tema yang dihubungkan dengan hal luar biasa dia antara orang-orang yang menyayangimu, dan satu hal yang penting kamu ketahui adalah, bahwa kamu adalah pemeran utama dalam cerita itu dan sekaligus juga menjadi pengarang cerita yang dengan kehendaknya bisa membawa ke mana arah alur cerita akan digiring. Pilihlah mau cerita yang baik, ataupun yang buruk, mau cerita sedih atau senang, mau dapat dosa dan murka Allah atau pahala dari Allah, kamu sebagai orang terpenting dalam penyusunan skenario ceritamu tentu bisa memilih mana yang lebih baik."
Saya

referensi, buku Udah Putusin Aja bab 9






Udah, dibaca aja!

Senin, 13 Mei 2013
Posted by Lukman Khakim
Tag :
Baru-baru ini baru saya baca buku karangan Ustad Felix Siauw, Udah Putusin Aja. Buku ini memiliki banyak sekali kelebihan disamping memang isinya yang memang berlebihan. Maksud saya berlebihan di sini adalah berlebihan manfaatnya tersebar di sana-sini di sudut-sudut lembaran buku, di sela-sela kalimat yang dirangkai dengan bahasa yang lugas dan indah. Selain isinya yang bagus, tampilan buku ini juga terbilang menarik terutama dengan pemilihan warna yang memang sesuai tema yang dibahas di buku ini, cinta. Warna dasar dari buku ini pink cerah, secerah hati seseorang yang sedang berbunga-bunga tatkala sedang mencintai seseorang. Tampilan buku dibuat semenarik mungkin membuat pembaca enggan untuk berkata enggan membaca buku ini. Tampilan dipercantik dengan grafis yang ciamis karya Emerelda Noor Achni. Dimulai dari kover pink bertuliskan judul warna putih "Udah Putusin Aja" bergambar hati terbelah menjadi dua di bawahnya. tampilan tiap lembar juga tidak jauh berbeda dengan kovernya, dipenuhi gambar-gambar ilustrasi dari apa yang dibahas, membuat mata tak lelah membuka lembar demi lembar buku ini, tak terasa segudang pengetahuan baru terserap dari dakwah sang Ustad lewat buku gaul ini. 
berikut penampakannya

Tema dari buku ini adalah cinta. Jangan salah dulu, buku ini bukan membahas cinta dalam arti sempit yaitu gak jauh-jauh dari galau, penghianatan, putus, jadian dan istilah-istilah gaul lainya tentan cinta, atau dalam arti sangat sempit, pacaran. Buku ini bukan membahas bagaimana caranya kita melakukan PDKT pada seseorang yang kita sukai, bukan juga membahas tentang bagaimana cara pacaran secara islami, yaa karena memang ga ada pacaran secara islami. (mau pacaran pake baju gamis sambil sambil baca yasin baren juga itu bukan islami kalo belum terikat dalam ikatan pernikahan :D), bukan juga membahas tentang amalan-amalan apa yang harus kita perbuat supaya jodoh kian mendekat. Buku ini membahas tentang cinta, tentang bagaimana seorang muslim sejati menyikapi fenomena alamiah yang selalu muncul pada setiap insan manusia terutama pada usia-usia remaja yang sedang gencar-gencarnya menikmati kedatangan perasaan aneh ini, perasaan tertarik pada lawan jenis dan cenderung ingin selalu dekat-dekat dengan dirinya. Buku ini menjelaskan bagaimana kita sebagai umat muslim seharusnya bersikap kepada hal absurd yang satu ini, mengingat yang namanya pacaran di Indonesia yang katanya sebagian besar warganya adalah umat muslim, sudah menjadi hal yang biasa bahkan secara tradisi sudah disahkan secara tidak langsung. Dibahas dengan bahasa yang tidak terlalu berat memudahkan seorang awampun seperti saya mudah memahami apa isi dari buku ini. Tidak cuma asal ceplos, berkata sekehendak sendiri, pembahasan disertai dengan dalil-dalil landasannya dari Al Quran maupun Hadist. 

Buku diawali dengan menampilkan sebuah email yang seseorang kirimkan kepada ustad mengenai hubungannya dengan pacar sang pengirim yang baru saja putus. Dikisahkan bahwa dia telah menjalin asmara dengan pacarnya sekian lama dan telah melewati batas kewajaran, melanggar syariah islam yang dia yakini. Berawal dari penolakan permintaan untuk melakukan hubungan yang tidak seharusnya dilakukan, pelaku akhirnya pun luluh hatinya dan terbujuk untuk bermaksiat bersama pacarnya, dan seperti kisah klasik pacaran yang menjamur di sana-sini, sang pacar yang tadinya bilang tak ada kata pisah pun berubah menjadi tak ada kata lagi, tak perduli dan memilih pergi. Banyak digambarkan atau dipaparkan di buku ini fakta bahwa di Indonesia makna pacaran adalah tidak jauh dari hubungan badan di luar nikah yang jelas-jelas dilarang agama. Ditekankan pula bahwa perempuan lah yang nantinhya akan selalu dirugikan dari hubungan haram ini. Beberapa fakta dari sumber terpercaya adalah bahwa di Jabodetabek tahun 2010 51% sudah hilang keperawanannya, Surabaya 54%, Bandung 47%, Medan 52%, dan Jogja 37%. Untuk sebagian orang fakta itu mengejutkan, tetapi untuk sebagian yang lain fakta itu sudah bisa dimaklumi terjadi di Indonesia. Dari angka-angka tersebut semuanya berawal dari kesalahan remaja dalam menyikapi masa keremajaan mereka dengan ikut tren, pacaran. 

Dari 11 bab yang disuguhkan pak ustad, ada satu bab yang sangat menarik perhatian saya dan sangat tepat dibaca oleh para galau ers Indonesia, " Udah putus, galau, gimana mau move on? ". Semoga bisa saya share di waktu lain.

Buku ditutup dengan ajakan untuk remaja untuk memantaskan diri mempersiapkan menjemput jodoh yang sudah Alloh persiapkan untuk kita. Mempersiapkan diri dengan ilmu agama yang mantap, bukan hanya ilmu dunia yang diperkaya dan bukan hanya harta duniawi yang dipertebal, tetapi bekal ilmu akhirat untuk membina suatu bahtera rumah tangga yang utuh, harmonis dan tentunya langgeng di dalam ridho Alloh SWT. 

Rasa itu anugerah yang diberikan Tuhan dan sudah menjadi fitrah dari kehidupan manusia. Mencintai seseorang, menyayangi seseorang lawan jenis itu tidak dilarang di agama Islam. Justeru diperintahkan bagi kita untuk mengembangkan fitrah itu untuk meneruskan keturunan kita. Alloh suka dengan kita umat manusia yang saling menyayangi. Dari buku diperoleh pesan bahwa pacaran bukan salah satu dari yang diperintahkan Tuhan kepada kita, pacaran itu tidak lebih dari proses pelegalan praktek maksiat. Pacaran tidak lebih dari awal dari sebuah dosa yang beruntut tiada henti. Pacaran bukan penjajagan pernikahan untuk masa depan yang jauh, melainkan pemenuhan nafsu sesaat dari satu atau dua insan yang sedang dimabuk mencintai atau dicintai. So tentukan pilihanmu! Tidak mungkin kan kita memenuhi apa yang diperintahkanNya dengan melanggar laranganNya.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS Al-Rum [30] : 21)

link http://www.mediafire.com/?t6us7j2l52plc6c


Mengenai Saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
saya bukan tukang parkir. sumpah bang saya bukan tukang parkir, sehingga saya tidak pandai memparkir hati seseorang dan meletakannya di tempat yang benar.

Cari Blog Ini

Welcome to My Blog

Popular Post

- Copyright © Pemali -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -